Postingan

Merasakan Kekecewaan Tuanku Imam Bonjol di Bukit Tajadi Benteng Terakhir Pasukan Padri

Gambar
Destinasi terakhir perjalanan saya ke Kabupaten Pasaman adalah  Benteng Bukit Tajadi di Bonjol. Bukit Tajadi adalah benteng Terakhir Pasukan Imam Bonjol sebelum ditaklukkan oleh Tentara Penjajah Belanda. Setelah benteng ini ditaklukkan maka perlawanan kaum padre  terhadap penjajah mulai redup. Dan Tuanku Imam Bonjol sendiri diperdaya oleh Belanda, diajak berunding dan ditangkap.   Dari buku-buku yang saya baca dan juga internet, benteng itu di Bukit Tajadi. Namun hampir semua penduduk Bonjol yang saya temui mereka mengakan Gunung Tak Jadi. Namun karena pada buku-buku  tertulis bukit tajadi maka dalam tulisan ini  saya pakai saja Bukit Tajadi. Ketika saya kemukakan niat saya mengunjungi Benteng ini kepada pegawai Museum Tuanku Imam Bonjol, mereka meminjamkan sebuah sepeda motor dan seorang anak SMK yang kebetulan sedang ada di museum itu. Anak lelaki inilahyang yang mengantarkan saya sampai kebukit yang bersejarah itu. Benteng Bukit Tajadi ...

Melongok Museum Tuanku Imam Bonjol di Bonjol Pasaman

Gambar
  Mengunjungi  tugu Equator di jantung kota Bonjol akan rugi sekali kalau tidak disambilkan  melongok Museum Imam Bonjol. Karena Tugu Equator dan Museum berada pada satu kompleks. Dan dari tugu equator, bangunan museum Nampak berdiri dominan dengan arsitek khas rumah Minang Kabau.   Yang lebih menarik perhatian kita untuk  mengunjungi museum ini adalah Patung Tuanku Imam Bonjol yang menaiki  kuda yang mengangkat kedua kaki depannya ke atas seolah akan menerjang musuh yang ada di depan sedangkan Tuanku Imam Bojol mengunus pedangnya ke atas seolah siap meusuk lawan. Museum ini dibangun di areal seluas lebih kurang 2 hektar dengan luas bangunan 42 x 16.50 meter persegi, terletak di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Dalam areal itu jugaada taman, Taman Imam Bonjol dan mesjid, Mesjid syhada. Pembangunan museum dimulai pada bulan Oktober 1987 dan selesai tahun 1990. Pada tahun 1990, museum ini resm...

Bonjol, I Am Crossing The Equator

Gambar
Hanya satu malam saya nginap di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Sumatra Barat ini. Esok paginya sekitar  pukul 8 Wib, dengan menyandang ransel ala Backpacker saya sudah berdiri di seberang Penginapan Pasaman Saiyo untuk melanjutkan  perjalanan. Destinasi selanjutnya turun lagi kea rah Bukittinggi, kota Bonjol. Tidak berapa lama saya berdiri di pinggir jalan itu. Ketika bus menuju Bukittinggi lewat saya stop dan. Saya akan menumpang sampai Kota Bonjol. Perjalanan yang menyenangkan juga naik bus di pagi hari. Udara masih seuk sehingga tidak membutuhkan AC. Pemandangan yang dilalui cukup indah. Bentangan persawahan, walau sudah banyak yang saya lihat, namun tetap kelihatan indah dan mempesona. Begitu juga lembah dan hutan-hutan yang kelihatan dirawat dengan rapi. Ada juga taman diantara hutan-hutan itu. Ongkos naik Bus dari Lubuk Sikaping ke Bonjol hanya sepuluh ribu rupiah saja. Tidak mahal, karena memang tidak jauh dan perjalanan hanya sekitar 40 menit, bus su...

Pada Suatu Sore di Taman Kota Tugu Pejuang Pintu Rimbo Lubuk Sikaping Pasaman Sumatra Barat

Gambar
Ikon ke-dua pariwisata Kota Lubuk Sikaping Pasaman adalah Taman Kota Tugu Perjuanagan Pintu Rimbo. Taman yng terletak di selatan kotaitu sebenarnya adalah sebuah bukit yang sulap menjadi Taman. Letaknya strategis persis di pintu masuk pusat kota membuat taman itu selalu ramai dikunjungi wisatawan local dan luar daerah. Sebenarnya untuk sampai ke taman itutidak terlalu sulit. Ikuti saja jalan Sudirman yang di depan kantor Bupati, tidak belok-belok nanti akan sampai ke sana. Ketika saya bertanya kepada tukang ojek yang mangkal di seberang kantor  bupati itu berapa ongkos ke sana, mereka bilang terserah saya saja. Maka dengan menggunakan jasa tukang ojek roda dua, berangkatlah saya sore itu menyusuri jalan sudirman yang merupakan jalan utama dan satu-satunya jalan yang agak ramai di kota Lubuk Sikaping. Jalan utama itu terdiri dari dua jalur. Dan jalan dua jalur itu tidak begitu panjang. Hanya beberapa kilometer saja. Habis jalan dua jalur itu jalan mulai menanjak dan...

TAMAN BUNGA PUNCAK TONANG LUBUK SIKAPING PASAMAN

Gambar
Taman Bunga Puncak Tonang terletak di daerah perbukitan. Puncak Tonang adalah perbukitan yang paling tinggi. Jalan aspal masih berlanjut, namun selepas puncak Tonang jalanan mulai menurun. Dan kalau kita melihat sepintas dari kejauhan kita melihat seolah-olah Puncak yang terletak di nagari Sundara Kecamatan Lubuk Sikaping itu bagaikan perbukitan yang dibalut oleh karpet yang bewarna-warni. Sungguh indah. Tidak sia-sia jauh-jauh saya dari Pekanbaru datang kemari.   Perbukitan yang merupakan lokasi Taman bunga Puncak Tonang itu dulunya hanyalah  tanah kosong yang berupa hutan belantara. Oleh masyarakat sekitar yang kreatif, mulai tahun 2004 secara beransur-ansur muai ditanami dengan berbagai macam bunga. Cukup lama usaha masyarakat ini baru membuahkan hasil, yaitu baru tahun 2017 mulai popular dan  ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah. Karena kedatangan saya tidak pada hari libur, dan pengunjung sepi, maka petugas yang ada di sana  mengat...

MENUJU TAMAN BUNGA PUNCAK TONANG LUBUK SIKAPING PASAMAN

Gambar
Setelah berbaring-baring beberapa saat pada salah satu kamar di Penginapan Paiman Saiyo saya pun bersiap-siap untuk mengeksplorasi tempat-tempat tamasya di Lubuk Sikaping. Dari keterangan petugas penginapan, moda trasportasi yang selama ini saya andalkan sebagai Backpacker “ Go Jek” rupanya tidak ada di ibukota kabupaten Pasaman ini. Angkatan umum sejenis oplet ada, tapi tidak ada yang mengarah ke salah satu tempat wisata.  Jadi gimana ? Sudahlah survey lingkungan saja dahulu. Beberapa menit saya akan jalan kaki saja dahulu sambil melihat-lihat keadaan. Saya susuri jalan Diponegoro disamping penginapan menuju utara. Namun beberapa saat saya berjalan, saya hanya menemui jalan yang sunyi tanpa ada lalu lalang layaknya jalan raya. Belum pernah saya temukan jalanan di ibukota kabupaten sesunyi ini. Kemudian saya putuskan untuk balik kanan, kembali menuju penginapan. Saya ambil jalan di depan penginapan. Rupanya di sana ada rumah sakit. Di persimpangan ada halte dan itu ...

Backpackeran to Lubuk Sikaping Pasaman Sumbar (Part Two)

Gambar
Sebagian orang mengatakan angin malam itu sangat berbahaya untuk kesehatan. Angin malam bisa menimbulkan penyakit pilek, flu, masuk angin dan sebagainya. Namun saya menikmati angin malam yang berhembus dari luar bus. Sangat menyenangkan rasanya. Sungguh menyenangkan menikmati  belaian angin malam yang datang secara Cuma-Cuma dari luar, sambil menikmati perjalanan panjang dengan bus.   Pasar Kampar sudah dilewati. Bus melambat dan akhirnya berhenti di depan kantor Bank BRI  Kampar. Rupanya adalah masalah dengan Ban depan. Mereka akan menggantinya dengan Ban Serep. Yang menjadi perhatian saya kenek Bus yang gendut berusaha susah payah sambil telentang masuk ke kolong bus bagian belakang. Rupanya ban serep letaknya di kolong itu. Tidak berapa lama, kemudian bus berjalan lagi, tidak ngebut perlahan namun pasti. Menjelang desa Batu Belah Bangkinang, kembali bus berhenti pada sebuah kios temple benen. Sopir bus datang menemui saya dan minta maaf perjalanan jadi...